
The best scene in Love Actually movie
26 juli adalah tanggal pernikahan bapak mamah. tahun ini adalah usia pernikahan mereka yang ke-29 tahun. Mungkin tulisan saya ini adalah representasi ucapan selamat saya terhadap mereka. Betapa saya sangat mengagumi kehidupan mereka bersama. Bagaimana perjalan mereka hingga akhir nya menuai benih cinta, aku dan kakak ku. Bagaimana dalam rangkul, dekap, dan kasih sayang mereka yang mebesarkan aku dan kakak ku.
Perjalanan 29 tahun adalah proses yang panjang. Di saat ku sadari aku dan kakak ku semakin bertambah dewasa dan usia mereka semakin senja. Sungguh, aku mulai memaknai kata ‘grow old with you’ melihat kebersamaan mereka yang kian tua kian terjalin harmonis.
Dan menyadari bagaimana di usia yang sekarang ini mereka masih saling bergandengan tangan ketika jalan berdua. Mengisi waktu senggang mereka menonton tv sambil berpegangan tangan dan kadang bapak ku mendekap mamah ku hangat. Bagaimana bapak ku yang masih menunggui dan menemani mamah ku memasak walau hanya sekedar menonton. Dan mamah ku yang masih rela terjaga membuka kan pintu ketika bapak ku pulang dari luar kota.
Bahagia itu sederhana kawan, atau kebersamaan sederhana itulah yang sebenar nya membahagiakan kita.
ada sesuatu yang membatasi kita. biar aku sebut, pintu kaca studio.
kita berada di seberang batas ini. kita melihat begitu jelas tanpa harus menerawang. tapi ruang ku dan ruang mu tidak berbagi suara dan udara yang sama. begitu kedap.
kita ini aneh. kita tidak perlu saling mencari dan mengisi. cukup menikmati ruang kita, ruang canda tawa untuk saling menggoda.
Rhez : “kamu tau kalo kamu hewan kamu itu apa?”
Nad : “kok kamu nyamain aku sama hewan”
Rhez : “iya kamu itu kucing”
Nad : “merpati. lambang kesetiaan tapi gak mau terikat’
Rhez : “haha yowes”
Nad : “kok kata mu aku kucing?”
Rhez : “….”
terinspirasi kutipan deelestari “sama salahnya dengan menggulai teh hijau”
memang benar, aku pernah merasakan gimana kacau nya rasa teh hijau setelah ku gulai. semakin ku gulai semakin gak menjadi.
teh hijau, dia tidak butuh untuk dilengkapi. karena dia sudah cukup menjadi diri nya sendiri, hanya tertentu yang bisa menikmati rasa nya dan kesederhanaan nya. dia cukup menjadi apa ada nya dia.
teh hijau tidak perlu dilengkapi. dia lah teman bagi yang menerima dia apa ada nya. seperti sushi yang menjadi kan nya teman, yang membutuhkan dia selayak nya teh hijau. tenang, menyisakan pahit yang khas, dan menghilangkan rasa eneg sushi yang terkadang amis.
| — |
Steve Jobs (via mfsyaa) (Source: tina-yuliani) |
Aku suka sekali dengan cokelat. Ayah ku berkata, ketika aku merasa takut atau sedih makan lah sesuap coklat untuk merasa tenang. Namun, kenyataan nya ketika aku merasa takut atau sedih aku makan lebih dari sesuap cokelat, aku melahap nya dengan cepat. Dan kamu memahami bagaimana kegilaan ku terhadap cokelat. Tapi kamu tidak pernah tahu setelah kamu disini, porsi kegilaan ku terhadap cokelat berkurang. Aku tidak membutuhkan cokelat untuk merasa lebih baik, karena ada kamu yang membuat ku merasakan yang terbaik.
Adapted from Filosofi Kopi